Posted in bimbingan penyuluh, Uncategorized

Bimbingan dan Penyuluhan pada Remaja

  • Pengertian Bimbingan dan Konseling

 

bimbingan-konseling-islamiIstilah bimbingan dan konseling sudah sangat populer dewasa ini, bahkan sangat penting peranannya dalam sistem pendidikan kita. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan di Indonesia. Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari Guidence & Counseling dalam Bahasa Inggris. Sesuai dengan istilahnya maka bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai sebagai bantuan dan tuntunan. Namun untuk sampai kepada pengertian yang sebenarnya kita harus ingat bahwa tidak setiap bantuan atau tuntunan dapat diartikan sebagai Bimbingan (Guidence).

Untuk dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas dibawah ini akan dikutip beberapa definisi.Berdasarkan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 29/90, “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.[1]Menurut Crow & Cow, bimbingan dapat diartikan sebagai “bantuan yang diberikan oleh seorang baik pria maupun wanita, yang memiliki pribadi yang baik dan pendidikan yang memadai, kepada seorang individu dari setiap usia untuk menolongnya mengemudikan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, membuat pilihannya sendiri dan memikul bebannya sendiri”.[2]

Konseling sebagai terjemahan dari “Counseling” merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai teknik. Oleh karena itu perkataan bimbingan selalu dirangkaikan dengan konseling sebagai kata majemuk. James F. Adams menjelaskan bahwa konseling adalah “suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu, diamana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konseli), supaya ia dapat lebih baik memahami dirinya dalam masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang”. Sedangkan menurut pakar lain, “konseling itu merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang”. (Moh. Surya, 1988:38).[3]

  1. Bimbingan dan Konseling bagi Remaja

Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, bukan masa transisi yang selama ini digaung-gaungkan. Karena mereka dicap telah mengalami kegamangan, akibatnya, sebagian remaja yang sewaktu kanak-kanak telah di didik dengan baik oleh orang tuanya merasa perlu mencari identitas baru, identitas yang berbeda dari yang mereka miliki sebelumnya.

Masa remaja merupakan masa yang bergejolak. Pada masa ini suasana hati (Mood) biasa berubah-ubah dengan sangat cepat. Masa remaja disebut juga dengan masa untuk menemukan identitas diri. Usaha pencarian identitas pun banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika seorang remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau Identity Confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia sering merasa tertekan dan muram atau justru menjadi individu yang perilakunya cenderung agresif. Pertengkaran dan perkelahian sering kali terjadi akibat dari ketidak stabilan emosinya.

Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh masa remaja adalah penyesuaian terhadap perubahan hormon reproduksi yang sudah mulai berfungsi. Setelah mendapatkan pengalaman pertama dalam hal menstruasi untuk yang perempuan dan mimpi basah untuk yang laki-laki. Selain itu juga keingintahuan yang besar terhadap hal-hal yang berbau seks dan keingintahuan tentang cara untuk menyalurkan dorongan seks. Karena seksualitas masih menjadi perihal yang tabu oleh sebagian masyarakat kita, maka remaja seringkali mencari informasi seputar seksualitas dari sumber-sumber yang kedudukannya seringkali tidak dapat dipertanggung jawabkan. Hal tersebut justru menimbulkan perilaku seks pada remaja yang salah. Selama ini apabila kita berbicara mengenai seks maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks, padahal itu artinya adalah jenis kelamin. Jenis kelamin ini membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis, sedangkan seksualitas menyangkut : dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ Continue reading “Bimbingan dan Penyuluhan pada Remaja”